Postingan

Hijup dan Softex Daun Sirih: Bongkar Rahasia Sehat Wanita

Gambar
Sekilas, informasi tentang menjaga kesehatan terkesan mudah saja, cukup google search atau bertanya ke orang-rang terdekat. Namun, hal ini menjadi berbeda jika yang dibicarakan adalah kesehatan organ reproduksi. Kenapa? Karena, tidak banyak orang yang mau mendiskusikan ini secara terbuka. Sebagian menganggapnya tabu untuk dibicarakan. Alhasil, banyak diantara kita yang melalui masa-masa pubertas tanpa tahu betul bagaimana cara menjaga kesehatan organ reproduksi. Setuju ga sih teman-teman?
Nah, di tengah-tengah minimnya diskusi tentang bagaimana menjaga kesehatan organ reproduksi, Hijup dan Softex Daun Sirih membuka lebar kesempatan bagi para wanita untuk membangun pemahaman tentang hal ini. Tidak tanggung-tanggung, event ini menghadirkan seorang seorang dokter spesialis obstetri ginekologi dan tentu saja seorang social media influencer.
Buat teman-teman yang penasaran superti apa keseruan event Hijup x Softex Daun Sirih, atau mau tahu tips menjaga kesehatan area kewanitaan, jangan khawa…

Single: Sumber Derita atau Bahagia?

Gambar

Hal-Hal Baik Yang Terlewatkan

Gambar
Ada satu pertanyaan menarik dari seorang junior di sesi akhir tanya jawab Sharing Motivasi dua pekan lalu. Namanya Farid, pria berkacamata yang langganan juara debat. Mungkin karena terbiasa berpikir kritis, Farid jadi punya banyak stok pertanyaan unik di kepalanya. Seperti pertanyaannya sore itu,
“Hal apa yang anda sesali sekarang, karena tidak melakukan hal itu semasa kuliah dulu?”

Mendengar ini, saya yang awalnya tenang malah jadi gelisah.
“Maaf, boleh diulang pertanyaannya?” Saya bertanya kembali, dengan sedikit ekspresi wajah bingung.
“Maksud saya, mungkin ada hal-hal yang seandainya dilakukan semasa S1 dulu, hari ini anda bisa menjadi versi diri yang lebih baik.” Farid menjelaskan arah pertanyaannya, masih dengan raut wajah yang tenang. 

Saya akhirnya paham, Farid bertanya tentang hal-hal baik yang dulu pernah terlewatkan. Hanya saja, saya ragu, sanggupkah menjawab pertanyaan ini?

Bukankah cerita tentang hal-hal itu hanya untuk diri sendiri? atau, setidaknya, hanya untuk teman …

Pura-Pura Bahagia Tak Perlu Banyak Energi

Gambar
Sebagai mahasiswa muslim yang hidup di tengah-tengah masyarakat non-muslim Negeri Gajah Putih,  berbagai pertanyaan unik seringkali menjadi kejutan saat berkumpul dengan teman sejawat. Misalnya, saat makan siang di kantin, beberapa pertanyaan itu akan muncul satu per satu, 

"Kenapa babi haram bagi muslim?"

"Kenapa muslim harus shalat lima kali sehari?"

"Kenapa wanita muslim harus berjilbab?"

Menjawab pertanyaan mereka memang tidak menyusahkan. Hanya, aneh saja rasanya  menjawab deretan pertanyaan yang kita anggap sederhana.

Di antara semua pertanyaan unik yang saya temui, hanya sekali saya menerima pertanyaan tentang bahagia. Ya, hanya sekali, untuk hal yang menurut saya lebih esensial, namun seringkali diabaikan. Mungkinkah karena kita terlalu sibuk berpura-pura bahagia, hingga lupa melihat sekeliling dan bertanya dengan lebih teliti, "Masihkah kita berbahagia?"

Nah, di tulisan kali ini, saya ingin bercerita tentang bagaimana saya pernah berpura-pura…