Minggu, 21 Maret 2010

Bryophyta (Jamur, Fungy)

Jamur (bryophyta)

Untuk memahami materi tentang jamur, ada beberapa pertanyaan mendasar yang perlu kita pahami.
1. Apa pengertiannya?
2. Apa ciri umumnya?
3. Bagaimana cara reproduksinya?
4. Bagaimana pengklasifikasiannya?

Jika kita telah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan tepat, hal tersebut dapat menjadi indikator pemahaman kita tentang materi ini.

Secara umum, dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan berpembuluh (tracheophyta) dan tumbuhan tak berpembuluh (non-tracheophyta). Yang termasuk dalam kelompok Non-Tracheophyta adalah kelompok lumut, sedangkan tumbuhan yang termasuk dalam kelompok tracheophyta adalah tumbuhan paku dan tumbuhan biji.

A. Lumut (Bryophyta)
Lumut berukuran makroskopik dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. Lumut tertinggi berkuran sekitar 40 cm. Lumut termasuk kelompok nun-tracheophyta karena tidak memiliki jaringan pembuluh pengangkut (xylem dan floem), karena itu , air dan mineral diperoleh dengan cara difusi oleh seap bagian tubuh lumut. Lumut merupakan tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar batang dan dan daun, karena itu dikatakan bahwa lumut tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Bagian yang meyerupai akar disebut rhizoid. Rizoid yang berbentuk benang-benang halus tumbuh ke arah bawah dari pangkal batangnya. Fungsi rhizoid ialah untuk melekatkan diri pada tempat hidupnya serta untuk mengisap air dan mineral.

Tubuh lumut terdiri atas sel-sel yang memiliki kloroplas. Kloroplas memiliki pigmen klorofil untuk fotosintesis. Karena itu, meskipun tidak berpembuluh, lumut merupakan organisme fotoautotrof yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Air dan mineral yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis diperoleh dengan cara difusi oleh seluruh bagian tubuhnya. Hal ini hanya dilakukan oleh lumut gametofit. Cara penyerapan dengan difusi menyebabkan lumut cocok untuk habitat yang lembab dan teduh, misalnya tanah, bebatuan, dan pohon.

Reproduksi (Pergiliran keturunan/metagenesis) tumbuhan lumut
Lumut berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora. Sedangkan reproduksi seksual lumut terjadi dengan adanya penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum).
Reproduksi lumut menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit (n) dan generasi sporofit (2n). pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit disebut metagenesis. Pada lumut, Gametofit adalah generasi yang paling dominan dalam hidupnya (ini salah satu hal yangg paaaaliiing seringg ditanyakan dalam ujian loh.. ^_^ bedanya dengan tumbuhan paku, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis, tetapi generasi yang paling dominan dalam hidupnya adalah sporofit… ^_^ Jadi, kata kuncinya__>> LuGa PaSpor aliazzttt Lumut gametofit + paku spora……..^_^v :D)

Pergiliran keturunan pada lumut:
Spora (n)
↓ --------------- “mitosis”
Protonema(n)

Lumut (gametofit)(n)
↙ ↘
Anteridium (n) arkegonium (n)
↓ ↓
Spermatozoid(n) sel telur(n)
↘ ↙
Zigot (2n)

Sporogonium (sporofit) (2n)
↓---------------“meiosis”
Spora (n)

Siklus terulang kembali


Jadi, generasi gametofit lumut adalah tumbuhan lumut itu sendiri, sedangkan generasi sporofitnya adalah sporogonium. (gametofit= penghasil sel kelamin, sporofit= penghasil spora).
Lantas bgaimana dengan tumbuhan paku? Nah, Sebagai perbandingan, kita juga harus mengetahui bahwa pada tumbuhan paku, justru Generasi sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri, dan generasi gametofitnya adalah protalium. Berikut ini adalah pergiliran keturunan tumbuhan paku sebagai bahan perbandingan:









Pergiliran keturunan pada tumbuhan paku:
Spora (n)
↓-------------- “mitosis”
Protalium (gametofit) (n)
↙ ↘
Anteridium(n) arkegonium(n)
↓ ↓
Spermatozoid(n) sel telur(n)
↘↙
Zigot (2n)

Paku muda (sporofit) (2n)

sporangium
↓---------- “meiosis”
Spora (n)



Klasifikasi tumbuhan lumut
Jenis lumut yang sudah diidentifikasi berjumlah sekitar 16 ribu spesies. Pengelompokan berbagai spesies lumut menghasilakn tiga kelas, yaitu lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (anthocerotopsida), dan lumut daun (bryopsida)
1. Lumut hati: berbentuk seperti lembaaran daun (talus) dengan bagian tepinya bercuping, bercbang, atau membela dua. Tumbuh secara horisontal, mendatar dengan tempat tumbuhnya. Lumut hati banyak dijumpai di daerah pegunungan, hidup di tanah, di tepi sungai, dan di tempat lembab yang terlindungdari cahaya matahari. Marchantia dan Pellia adalah contuoh lumut hati.
2. Lumut tanduk: memiliki bentuk tubuh seperti lumut hati yaitu berupa talus, namun sporoftna berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya memiliki satu kloroplas. Contoh: Anthoceros sp.
3. Lumut Daun: disebut juga lumut sejati. Dapat ditemui pada tempat yang lembap di darat, misalnya di dinding tembok dan tanah yang lembap. Tumbu secara vertikal, tegak lurus terhadap tempat tumbuhnya.


Source: 1.Sumarwan. 2004. “Biologi SMP”. Jakarta: Erlangga
2. Aryulina, Diah. Dkk. “Biologi SMA”. Jakarta: Esis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar