Senin, 26 Juli 2010

Tahap Perkembangan Hewan

07:15am, Sen 26-07-2010

Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai perkembangan khusus selama daur hidupnya. Hewan mengalami fase embrio yang diawali dari satu sel zigot menjadi banyak sel. Sel yang banyak itu mula-mula seragam, kemudian mengalami pembagian bentuk yang disebut "diferensiasi" dan pembagian tugas yang disebut "spesialisasi" sehingga menghasilkan jaringan, organ, dan alat-alat tubuh. Proses perkembangan embrio ini dikenal sebagai embriogeni (ontogeni), dan ilmu yang mempelajarinya disebut embriologi. Berbicara tentang embriogeni hewan, maka terdapat perbedaan yang sangat jelas antara embriogeni vertebrata dan embriogeni invertebrata (avertebrata).

A. Embriogeni Vertebrata
Perkembangan embrio hewan vertebrata dimulai dari bertemunya satu sel sperma dengan satu sel telur (ovum) yang disebut pembuahan (fertilisasi). Satu sel zigot kemudian membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16, dan seterusnya hingga banyak sel. Maka, terbentuklah gumpalan sel yang seragam yang mirip buah murbei dan disebut MORULA. Karena sel-sel terus bertambah banyak akibat pembelahan, dihasilkan bentukan seperti bola, yaitu bagian sel-sel tepi yang saling berhubungan sedangkan di bagian tengahnya kosong (berongga). Bentukan ini disebut BLASTULA. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tempat tertentu, sel berkembang mendesak ke arah dalam. Karena adanya desakan sel-sel di salah satu sisi, terbentuklah lapisan seperti kantong yang tersusun atas 2 lapisan (ektoderma dan endoderma). Kantong yang dibatasi oleh endoderma tersebut berfungsi sebagai perut (gaster). Karena itu, proses mendesaknya lapisan sel ke arah dalam disebut gastrulasi (proses pembentukan perut). Bentukan kumpulan sel-selnya disebut gastrula. Lubang kantong tempat masuknya lapisan kulit itu akan menjadi mulut.
Setelah terbentuknya ektoderma dan endoderma, muncul lapisan ketiga yang berada diantara kedua lapisan ini, yaitu MESODERMA yang akan mengalami diferensiasi dan spesialisasa menjadi otot, saraf, dan organ reproduksi. Sedangkan endoderma akan menjadi organ dalam (misalnya usus yang akan berakhir sebagai anus). Pada perkembagan selanjutnya, mesoderma tidak hanya selapis, melainkan 2 lapis. Antara lapisan yang satu dengan yang lain terdapat jarak, sehingga terbentuk rongga tubuh. Rongga tubuh inilah yang disebut selom (coelom). Jadi, dinding celom dibatasi oleh mesoderma. Selanjutnya, terjadilah diferensiasi dan spesialisasi membentuk organ-organ yang menyusun tubuh organisme.

B. Ontogeni Invertebrata
Invertebrata tidak mengalami ontogeni yang lengkap sebagaimana yang terjadi pada vertebrata. Ontogeni hewan invertebrata ada yang hanya berhenti sebagai satu sel, ada yang seperti blastula, dan ada pula yang berlapis-lapis. Berdasarkan adanya lapisan lembaga/ lapisan kulit, selom, serta bentuk tubuhnya, maka invertebrata dibedakan menjadi beberapa filum: porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, arthropoda, & echinodermata.

sumber: Syamsuri, istamar. 2004. ''Biologi'. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar