Jumat, 20 Agustus 2010

Coelenterata (Hewan Berongga)

Coelenterata tergolong hewan yang diploblastik, atau tersusun atas 2 lapisan kulit yaitu lapisan ektoderma dan endoderma. Lapisan ektoderma disebut pula epidermis (epi=tepi, dermis=kulit), sedangkan lapisan endoderma disebut pula gastrodermis (gaster=perut) yang merupakan lapisan dalam. Lapisan dalam ini berfungsi sebagai usus atau perut. Bentuknya seperti kantong, mulutnya dikelilingi oleh tentakel.

A. Struktur dan Fungsi Tubuh Coelenterata
Tubuh coelenterata bersimetri radial, tersusun atas dua lapis sel. Lapisan sebelah luar disebut sebagai ektoderma, sedangkan lapisan sebelah dalam disebut endoderma. Antara ektoderma dan endoderma terdapat area atau rongga yang berisi bahan seperti jeli (zat gelatin), yang disebut mesoglea. Pada tubuh sebelah atas terdapat lubang mulut, dikelilingi oleh lengan-lengan yang disebut sebagai tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel beracun yang dapat mengeluarkan racun jika tersentuh. Sel-sel racun tersebut dinamakan KNIDOBLAS atau SEL PENYENGAT atau NEMATOSIS. Ini digunakan sebagai senjata pengusir mangsa, atau untuk melemahkan mangsa yang tertangkap tentakel. Tentakel dapat bergerak karena aliran air. Tubuhnya seperti kantong atau tabung, dan terdapat bagian "kaki" untuk menempelkan diri pada bagian lain di dalam air.

B. Tipe Coelenterata
Coelenterata tidak memiliki pembuluh darah dan tidak memiliki sel khusus untuk ekskresi. Pengambilan oksigen, pengeluaran karbondioksida dan sisa-sisa metabolisme dilakukan dengan jalan difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Selain itu, Coelenterata hanya mempunyai sistem saraf sederhana. Sel-sel saraf tersebar berbentuk jala pada kulit luarnya , di seluruh tubuhnya. Coelenterata tidak mempunyai kepala sehingga tidak memiliki pusat susunan saraf sebagai pusat pengatur dan pemberi perintah untuk mereaksi rangsangan.
Ada dua tipe tubuh coelenterata, yaitu bentuk polip dan medusa. Pertama, tipe polip. Polip umumnya hidup soliter atau menyendiri, tetapi ada pula yang membentuk koloni. Hewan ini tidak dapat bergerak bebas karena melekat pada dasar perairan. Tubuh bagian tengah agak membesar, di dalamnya terdapat rongga yang berfungsi sebagai usus. Tubuh bagian bawah mengecil dan menempel pada dasar batu atau benda lain yang berada di dasar air. Bagian ini disebut sebagai bagian kaki. Tipe kedua yaitu tipe medusa. Fase medusa digunakan sebagai fase reproduksi secara seksual. Jadi, medusa dapat menghasilkan dua macam gamet, yakni gamet jantan dan gamet betina. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di dalam air. Kita sering menamakannya ubur-ubur. Bentuknya seperti payung dengan tentakel yang melambai-lambai.

C. Reproduksi Coelenterata
Ada dua cara reproduksi coelenterata, yaitu secara seksual dan secara aseksual.
1. Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup. Kuncup tumbuh di dekat kaki, semakin lama semakin membesar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini akan tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain. Demikianlah hingga lama-kelamaan membentuk koloni.
2.Reproduksi seksual dilakukan dengan peleburan inti sperma dengan inti ovum. Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum dihasilkan oleh ovarium. Testis biasanya terbentuk di dekat tentakel, sedangkan ovarium terbentuk di dekat kaki. Sperma yang telah masak dikeluarkan dalam air, kemudian berenang hingga mencapai ovum, terjadilah fertilisasi (pembuahan) dan menghasilkan sel zigot. Mula-mula sel igot tetap berada di dalam ovarium dan tumbuh menjadi larva. Larva bersilia, yang disebut planula, dapat berenang meninggalkan induknya. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi kompetisi atau perebutan dalam mendapatkan makanan. Pada suatu dasar perairan yang cocok, larva tumbuh membentuk individu baru.

D. Klasifikasi Coelenterata
Coelenterata dapat dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu sebagai berikut:
1. Kelas Hydrozoa
Kebanyakan hydrozoa hidup soliter atau berkoloni. Umumnya yang soliter berbentuk polip. Yang berkolini bentuk polip dan medusa. Contoh hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia.
Hydra merupakan coelenterata air tawar yang hidup soliter. Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya jentik-jentik nyamuk. Hewan ini bereproduksi secera aseksual dengan membentuk kuncup dan secara seksual dengan membentuk gamet jantan dan gamet betina.
Obelia merupakan Coelenterata air laut, yang hidup secara berkoloni. Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni polip. Bagian polip yang berfungsi dalam hal makanan disebut hidrant, sedangkan yang berfungsi dalam hal reproduksi seksual membentuk medusa disebut gonangium. Medusa dibentuk oleh polip dengan cara membentuk tunas. Medusa yang telah dewasa akan melepaskan diri dari polip dan berenang bebas di air laut. Medusa menghasilkan sperma dan ovum. Dari hasil pertemuan sperma dan ovum, terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi planula.
2.Scyphozoa
Berbeda dengan Hydrozoa, Scyphozoa memiliki bentuk dominan sebagi medusa. Hewan ini menempel pada dasar dan senantiasa membentuk medusa dengan jalan membentuk sekat melintang pada polipnya. Medusa bagian atas yang merupakan medusa dewasa kemudian melepaskan diri dari koloni. Medusa berukuran besar dan banyak di dapatkan di pantai-pantai sebagai ubur-ubur. Contoh Kelas Scyphozoa adalah Aurelia aurita.
3.Anthozoa.
Anthozoa artinya binatang bunga. Sekilas hewan ini seperti tumbuhan yang berwarna-warni. Namun sebenarnya merupakan hewan yang memiliki tentakel dan berwarna-warni sehingga mirip tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar