Jumat, 20 Agustus 2010

Porifera Part.II

B. Reproduksi Porifera
Ada dua macam reproduksi porifera, yaitu secara aseksual atau vegetatif dan secara seksual atau generatif.
1. Reproduksi Aseksual
Reproduksi Aseksual dilakukan dengan membentuk kuncup (tunas). Kuncup-kuncup muncul dari tubuh porifera bagian "kaki", makin lama makin membesar dan tetap tinggal bersama induknya. Jika dari satu tangkai terbentuk beberapa porifera baru yang mengumpul, maka akan terbentuk koloni. Selain itu, porifera memiliki daya regenrasi yang tinggi. Jika tubuhnya terpotong, setiap potongan mampu tumbuh menjadi individu baru.
Porifera air tawar mampu membentuk gemula, yakni sel-sel koanosit yang terbungkus kuat dan tebal. Bentuk tersebut merupakan reaksi pertahanan terhadap kekeringan. Jika air telah cukup, gemula akan tumbuh menjadi porifera baru.
2. Reproduksi seksual
Reproduksi seksual dilakukan dengan membentuk sel kelamin (gamet). Sel gamet berkembang dari sel ameboid khusus yang disebut ARKEOSIT. Arkeosit membentuk sperma dan ovum. Spermatozoa yang telah dihasilkan akan berenang di dalam air hingga dapat mencapai ovum. Ovum berada di MESOGLEA. Karena dalam satu tubuh dihasilkan dua macam gamet, yaitu gamet jantan dan betina, maka porifera termasuk "Hermafrodit". Penyatuan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Pembentukan zigot terjadi di mesoglea. Zigot berkembang menjadi larva bersilia yang akan berenang menjauhi induknya, menempel pada suatu tempat dan akhirnya tumbuh menjadi porifera baru. Dalam perkembangannya, larva bersilia yang telah menempel akan membalik lapisan tubuhnya, sehingga sel-sel yang berflagel yang semula berada di lapisan luar, akan berada di bagian dalam dan menjadi sel koanosit.

C. Keanekaragaman Porifera
Antara lapisan pinakosit dan koanosit terdapat sel-sel skleroblas, yaitu sel-sel penyusun rangka. Rangka yang dihasilkan terdiri dari spikula saja, spongin saja, atau campuran antara spikula dan spongin. Bahan pembentuk spikula ada 2 macam, yaitu dari zat kapur dan dari silikat. Berdasarkan zat penyusun spikula inilah, dilakukan penggolongan porifera. Porifera yang spikulanya tersusun atas zat kapur dimasukkan ke dalam kelas Calcarea. Misalnya "Grantia" dan "Schypa". Porifera yang spikulanya tersusun atas zat silikat dimasukkan ke dalam kelas Hexatinellida. Misalnya "Euplectella". Dan terakhir, kelas Demospongia adalah kelas yang spikulanya tersusun atas zat silikat dan spongia saja. Kelas inilah yang memiliki jumlah anggota terbanyak. Misalnya "Euspongia" dan "Spongilla"

D. Peranan Porifera Dalam Kehidupan Manusia
Porifera tidak terlalu banyak menguntungkan manusia tetapi juga tidak merugikan. Porifera menguntungkan karena sponsnya (dari spesies Spongia sp.) dapat digunakan untuk alat gosok tubuh pada waktu mandi. Hal ini karena spikula terbuat dari serabut protein spongin yang lunak. Tubuh porifera yang mati ada yang digunakan untuk hiasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar