Sabtu, 09 Oktober 2010

Sejarah Biologi Sel

(Andi citra Pratiwi, Kelas ICP : 091404170)
Antonie Van leeuwenhoek (1632-1723) merupakan orang pertama yang menemukan mikroskop dan meneliti organism mikroskopis seperti protozoa yang oleh beliau diberi nama animanculus. Marcello Malpighi (1628-1694) merupakan orang pertama yang menggunakan mikroskop dalam mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, Beliau menyimpulkan bahwa jaringan tersusun atas unit-unit structural yang ia sebut utricles. Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel berdasarkan hasil pengamatannya pada sayatan sumbat gabus. Ia melaporkan bahwa sumbat gabus terdiri atas ruang-ruang kecil yang diberi nama sel. Dalam bahasa yunani, cellula bermakna ruang-ruang kecil (Adnan. 2010. Biologi Sel. Makassar: FMIPA UNM).
Usaha-usaha konsepsualisasi hasil-hasil penemuan sel itu sampai pada puncaknya saat lahirnya teori sel yang dirumuskan oleh 2 ilmuan secara terpisah. Scleiden (1838) seorang Ahli Botani Jerman dan Schwann (1838) seorang Ahli Zoologi Jerman. Menurut Schwann, all organized bodies are composed of essentially similar parts, namely, of cell. Secara popular teori sel menyatakan bahwa semua mahluk hidup tersusun atas sel. (Suryani, yoni. 2004. Biologi Sel dan Molekuler. Yogyakarta: FMIPA UNY).
Rudolf Virchow, seorang ahli fisiologi, melaporkan hasil penelitiannya mengenai pertumbuhan dan reproduksi sel bahwa sel membelah menjadi dua sel. Beliau menyimpulkan bahwa: Setiap sel berasal dari sel yang sudah ada. Konsep ini dinyatakan secara popular: Omnis cellula e cellula dan terkenal sebagai biogenesis.
(Http://biodas.wordpress.com, accessed at October 8th 2010).
Berdasarkan penilitian para ilmuan tersebut diambil suatu kesimpulan, yaitu: sel merupakan kesatuan struktural dari mahluk hidup, sel merupakan kesatuan fungsional dari mahluk hidup, dan sel merupakan kesatuan hereditas dari mahluk hidup (Adnan. 2010. Biologi sel. Makassar: FMIPA UNM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar