Sabtu, 13 November 2010

Mekanisme Endositosis yang Diperantarai Reseptor


Endositosis adalah transpor makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk vesikula baru dari membran plasma. Endositosis yang diperantarai reseptor sangat spesifik. Yang tertanam dalam membrane adalah protein dengan tempat reseptor yang sangat spesifik yang dipaparkan ke fluida ekstraseluler. Ekstraseluler yang terikat pada reseptor disebut ligan, suatu istilah umum untuk setiap molekul yang terikat khususnya pada tempat reseptor molekul lain. Protein reseptor biasanya mengelompok dalam protein terlapisi, yang sisi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini membantu memperdalam lubang dan membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah, sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida intraseluler. Sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membrane dan sebagai precursor untuk sintesis steroid lainnya.

Mekanisme endositosis yang diperantarai reseptor adalah sebagai berikut:

1. Kolesterol berpindah dalam partikel darah disebut lipoprotein densutas rendah (low-density lipoprotein - LDL). Kolesterol tersebut dikelilingi oleh lapisan fosfolipid dan juga protein. Protein inilah yang dikenali secara spesifik oleh reseptor LDL yang tertanam pada membrane plasma.

2. LDL partikel (kolesterol yang dikelilingi lapisan fosfolipid dan protein) kemudian terikat ke reseptor LDL yang tertanam pada membrane.

3. Molekul adaptin kemudian terikat pada ekor LDL reseptor. Molekul adaptin segera menstimulasi terikatnya Clathrin. Clathrin merupakan jenis protein yang memfasilitasi pembentukan vesikula. Dengan terikatnya Clathrin, maka sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke dalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit membentuk vesikula. Vesikula yang diselubungi oleh molekul adaptin dan clathrin kemudian terlepas dari membrane plasma.

4. Setelah tiba di sitosol, molekul adaptin dan clathrin yang melekat pada permukaan vesikula ini kemudian terlepas. Selanjutnya, vesikula ini berfusi dengan endosome.

5. Endosome memiliki pH internal yang rendah, sehingga menyebabkan LDL reseptor melepaskan muatannya ( muatannya yaitu molekul kolesterol yang diselubungi protein dan lapisan fosfolipid). LDL reseptor yang telah melepaskan muatannya akan segera dikembalikan ke membrane plasma. Sebuah vesikula yang memuat LDL reseptor tersebut akan terlepas dari endosome.

6. Sementara itu, LDL partikel harus dibongkar. Endosome yang berisi LDL partikel tersebut dikirim ke lisosom. Lisosom berisi anzim-enzim hidrolitik yang dapat mencerna partikel LDL, Sehingga akhirnya dihasilkan kolesterol dan juga peptida. Kolesterol (dan juga peptide) kemudian dikeluarkan dari lisosom ke dalam sitosol untuk dapat digunakan dalam proses sintesis membrane baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar