Minggu, 18 Desember 2011

Menghafal? YES or NO?

Menghafal adalah kata yang sudah tidak asing dikalangan pelajar. Seringkali kita sebagai pebelajar diharuskan menghafal materi-materi pelajaran. Menghafal juga sudah menjadi langganan saat akan menghadapi ujian. Namun, tidak sedikit pebelajar yang membenci kata "menghafal". Mereka berpendapat bahwa menghafal  tidak seharusnya diterapkan dalam proses belajar. Bagaimana menurut anda?

Kemarin, ada Kuliah Umum Genetika bersama Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Sangat banyak ilmu yang dapat diperoleh pada kesempatan tersebut. Para peserta kuliah umum memanfaatkan kesempatan  ini untuk memperoleh ilmu dari beliau. Salah seorang peserta menanyakan tentang persoalan menghafal "Banyak pendidik yang menyuruh peserta didik untuk meng"HAFAL" materi-materi pelajaran. Padahal, menurut saya menghafal itu tidak seharusnya dilakukan dalam proses belajar-mengajar. Yang seharusnya dilakukan adalah menyediakan proses belajar mengajar yang bermakna, bukan proses belajar yang mengHAFAL saja. bagaimana anda menanggapi hal ini?"

Prof. Duran Corebima lalu menanggapi pertanyaan ini dengan nada bicara yang begitu santai. Kita tidak seharusnya mendiskreditkan proses menghafal dalam belajar. Menghafal adalah pintu masuk menuju keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Sebagaimana dalam Taksonomi Bloom, menghafal berada pada tingkatan paling dasar. Ketika guru menugaskan peserta didik untuk menghafal, itu bukanlah tindakan yang salah. Namun, kita tidak seharusnmya berhenti pada proses menghafal tersebut, melainkan  harus melangkah ke tingkatan kemampuan berpikir yang lebih tinggi lagi.  Hal ini analog dengan perintah membaca "iqra'" "bacalah", dimana membaca dalam hal ini juga merupakan pintu masuk. Sesungguhnya masih sangat banyak hal-hal lain yang dibalik membaca itu.
  

Taksonomi Bloom mengklasifikasikan kemampuan kognitif (Cognitive)menjadi 6 tingkatan, yakni C1 (knowledge), C2 (Comprehension/pemahaman), C3 (Application/Penerapan), C4 (Analisis), C5 (Synthesis), dan C6 (Evaluation). Mengacu pada penjelasan Prof.Duran Corebima tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa, dalam proses belajar, kita tidak seharusnya berhenti pada tahap menghafal yang merupakan tingkatan C1, namun kita harus melangkah ke tingkatan kognitif yang lebih tinggi, yakni C2, C3, C4, C5, hingga C6.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar