Sabtu, 17 Juni 2017

Mie Instan

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, mie instan sudah termasuk dalam daftar makanan "terlarang" untuk saya, termasuk untuk adik saya. Bukan karena kami tidak suka, tetapi karena ibu melarangnya. Bukannya menghentikan konsumsi mie instan,  kami malah semakin penasaran. Tak jarang  kami makan mie instan tanpa sepengetahuan ibu.  Apa cuma kami yang masa kecilnya dilalui dengan makan mie  mentah sembunyi-sembunyi?


Di bangku kelas lima sekolah dasar (SD), indomie goreng mentah adalah salah satu menu favorit saat istirahat. Satu bungkus indomie goreng harganya sekitar seribu rupiah, dengan kemasan yang masih persis sama dengan yanga beredar di pasaran saat ini. Untuk mengolah mie instant ini, kami tidak perlu panci, air, dan kompor untuk merebus. Pengolahan ala anak seusia kami saat itu bahkan lebih instant dari yang ditampilkan disaran penyajian, cukup dengan mengepalkan tangan lalu memberi tekanan berupa tumbukan berkali-kali hingga mie instant yang masih terbungkus rapat itu hancur. Setelah tingkat kehancuran mie sesuai dengan yang diinginkan, barulah bungkus mie dibuka untuk dicampurkan dengan bumbu,  buhuk cabe, kecap, dan minyaak.  


Setelah semua bumbu tercampur rata,  mie  super instant siap untuk dimakan. Setiap kali tercium aroma khas campuran bumbu, kecap, dan minyak  indomie goreng, memori masa kecil  dengan mie mentah sebagai kudapan selalu muncul kembali. Saya penasaran, apa anak SD jaman sekarang masih mengenal kudapan jenis ini? Semoga saja tidak.


***


Di masa sekolah menengah,  saya  mulai menghindari konsumsi mie instant. Hal ini bukan karena  larangan ibu, tetapi karena  kepala sering terasa pusing setelah mengonsumsi mie  instant. Anehnya, teman-teman tidak adda yang mengalami gejala yang sama. Jadilah saya aneh sendiri. Saat yang lain makan mie rebus rame-rame,  saya harus berusaha memilih makanan lain.  

Beberapa tahun terakhir, saya akhirnya bisa mengonsumsi mie instant tanpa rasa pusing di kepala. Alhasil, saya jadi bisa mencicipi mie instant berbagai rasa.  Nah,  diantara semua jenis mie instant yang pernah saya cicipi, ada beberapa  yang menjadi favorit saya. Yuk dikepoin  beberapa jenis mie instant yang  patut untuk dicobain :

1. Indomie goreng rasa soto
    Sudah bosan dengan rasa indomie goreng yang sudah ada sejak jaman SD dulu? Saat ini sudah ada inovasi rasa dari indomie, indomie goreng rasa soto. Bumbunya pas, aroma sotonya terasa, lengkap dengan kerupuk yang membuat semakin kriuk-kriuk!

2. Indomie Real Meat Rasa Rendang
    Awalnya saya bingung melihat kemasan indomie yang berupa karton, bukan berupa plastik. Tak hanya itu, harganya yang tiga kali lipat lebih mahal dari indomie goreng biasa membuat saya bertanya-tanya, apa sih istimewanya real meat ini? Usut punya usut, ternyata mie kemasan ini menggunakan daging asli, seperti namanya "real meat." Untuk mie goreng rendang, tidak digunakan bumbu bubuk seperti biasa, tetapi digunakan rendang sungguhan! 

3. Mama rasa Tom Yum Kung
    Mama adalah mie instant khas Thailand. Kalau orang indonesia menggunakan kata indomie untuk menyebut mie instant secara umum, maka orang Thai menggunakan kata Mama. Mama rasa Tom Yum Kung ini  harganya  5 bath, atau sekitar  1800 rupiah. Rasanya unik, karena kuahnya yang asam pedas nyaris seperti Tom Yum Kung asli, sup khas Thailand. Tapi, membeli  mie inatant ini di Thailand harus hati-hatii, harus teliti mencari yang berlogo halal.

4. Ramen
     Saya pernah mencicipi ramen di salah satu warung makan Korea. Warung itu dibuka di Thailand dan disebut sebagai upaya pertukaran budaya. Suasana warung itu mamerkan ciri khas Korea, termasuk seragam para pelayannya. Keunikan ramen di warung  ini adalah disajikan dengan kimchi. Tapi, jika dikuahnya dicicipi tanpa kimchi, rasanya seperti mencicipi kuah indomie rasa kaldu ayam. 99.99% mirip. Bedanya, sayuran dan rempahnya asli.


Seperti itulah ceritaku tentang mie instant, bagaimana ceritamu?


Tulisan ini adalah bagian dari tantangan 15 hari menulis. Baca juga tulisan tentang mi instan di blog ini:

1. http://matamatamakna.blogspot.co.id/2017/06/pagi-makan-indomie-malam-minum-promag.html?m=1
2. www.acitrapratiwi.com/2017/06/mie-instan.html?m=1
3. https://cecein.wordpress.com/2017/06/17/perihal-mi-instan/
4. https://mujahidzulfadli.wordpress.com/2017/06/17/mi-instan-dan-engkoh/

#15harimenulis







2 komentar:

  1. huwaa, saya juga sering makan mentah mi instan diam-diam karena takut dimarahi hahah

    BalasHapus