Jumat, 29 September 2017

Cerita Penyetaraan Ijazah Luar Negeri


"Saya sudah jauh-jauh kuliah di luar negeri. Dan, saat sudah selesai nanti, masih harus mengurus penyetaraan ijazah. Perjalanan yang panjang." Saya membatin saat membaca keharusan penyetaraan ijazah bagi lulusan universitas di luar negeri.

Meskipun awalnya ragu, pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap melanjutkan studi di luar negeri. Soal penyetaraan ijazah itu, saya pikir, kalau orang lain bisa, saya juga bisa. Dan singkat cerita, ternyata saya benar-benar bisa. Penyetaraan ijazah luar negeri (LN) tidak sesulit dan sehoror yang saya bayangkan.

Untuk melakukan penyetaraan ijazah LN di Dikti, ada tiga tahapan penting, yaitu:
1. Pendaftaran online di http://ijazahln.dikti.go.id
2. Penyetoran berkas di Dikti
3. Pengambilan berkas

Pendaftaran online di website penyetaraan ijazah LN mengharuskan pelamar mengupload beberapa dokumen, diantaranya:
1. Ijazah dan transkrip nilai yang akan disetarakan
2. Passport yang digunakan selama studi
3. Surat perjanjian sponsor (jika menggunakan beasiswa)
4. Katalog akademik universitas (dokumen kurikulum prodi dan silabus mata kuliah)

Untuk universitas dan prodi yang sudah pernah disetarakan sebelumnya, pendaftaran online bisa lebih cepat dibanding universitas atau prodi yang belum pernah disetarakan sebelumnya. Untuk kasus saya, sudah ada senior dari universitas yang sama menyetarakan ijazah,  namun belum ada yang memiliki prodi yang sama. Jadinya, saya butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikan proses pendaftaran online. Waktu beberapa hari ini dibutuhkan untuk mengonfirmasi prodi dan gelar sebelum saya bisa melanjutkan proses pendaftaran ke langkah selanjutnya. 

Singkat cerita, saya menyelesaikan proses pendaftaran online pada tanggal 5 Agustus 2017 dan memilih waktu kedatangan tanggal 18 September 2017. Kenyataannya, banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Saya bisa ke Dikti tanggal 19 September 2017, dan berkas saya diterima tanpa harus membuat janji kedatangan kembali. Thanks God!

Setelah penyerahan berkas pada tanggal 19 September 2017, saya hanya perlu menunggu perubahan status di web hingga berkas dinyatakan diterima, lalu memilih kembali jadwal kedatangan untuk pengambilan berkas. Menurut informasi di web, dibutuhkan waktu 7 hari untuk penyelesaian dokumen ijazah dari prodi atau universitas yang belum pernah disetarakan sebelumnya. Saya pun menunggu perubahan status di web dengan agak gelisah, karena deadline pendaftaran cpns adalah tanggal 25 september 2017. 

Hari senin, tanggal 25 September 2017, saya sudah nyaris menyerah karena belum ada perubahan status di web. Alhasil, saya belum bisa mengatur jadwal kedatangan untuk mengambil berkas. Waktu itu sudah hampir adzan dzuhur saat ayah saya menelfon dan menyarankan untuk langsung saja menanyakan progress berkas saya ke petugas penyetaraan. Saya batal menyerah, dan bergegas ke Dikti untuk menanyakan progres berkas.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 saya saya tiba di Dikti. Saya lalu bertanya kepada salah satu petugas tentang tujuan saya menanyakan progress berkas. Oleh petugas tadi saya diminta mengambil nomor antrian penyetaraan ijazah untuk bisa bertanya langsung ke petugas di counter penyetaraan. 

Di counter penyetaraan ...

"Selamat siang, Bu."

"Selamat siang, Bu. Saya ingin bertanya."

"Oh, iya. Ada apa, Bu."

"Saya ingin bertanya tentang progress berkas saya, kira-kira selesainya kapan yah?"

"Oh, tunggu saya cek yah, Bu." ... "Berkasnya sudah selesai, tapi sementara ini belum ditanda tangani Direktur."

"Sebenarnya saya butuh untuk pendaftaran cpns, dan deadline pendaftarannya hari ini"

"Saya cek dulu yah, Bu. Ibu boleh menunggu, tapi kami juga belum bisa memastikan apakah berkasnya bisa buru-buru atau tidak."


Tentu saja saya setuju untuk menunggu. Ada dua orang perempuan lainnya yang juga menunggu, sama seperti saya. Setelah beberapa saat menunggu, petugas ounter penyetaraan datang lagi. Katanya, hanya berkas saya yang bisa diproses hari ini, berkas milik dua orang lainnya belum bisa (salah satu dari mereka melakukan penyetoran berkas pada tanggal 20 September 2017). Tetapi saya harus menunggu, karena hanya bisa dilayani setelah semua orang yang mendaftar untuk kedatangan hari ini selesai diproses. 

Saya tentu menunggu. Kali ini dengan sedikit lebih lega, karena seseorang yang tadi duduk di samping saya menunjukkan perubahan jadwal pengumpulan berkas seleksi cpns. Deadlinenya diperpanjang hingga tiga hari ke depan. 

Setelah beberapa saat, saya akhirnya dipanggil ke counter Pengambilan berkas. Saya diminta untuk mengecek kembali akun online, membuat jadwal pengambilan di web, dan berkas bisa saya ambil langsung sore itu juga. Alhamdulillah. 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar