Sharing Motivasi

Rabu, 9 Mei 2018. 

Kak Nila dan Kak Andi (Tengah)



Hari ini, Jurusan Biologi FMIPA UNM kedatangan salah satu alumni dengan prestasi membanggakan.  Seorang promovendus muda, Naswandi Nur, yang akrab disapa Kak Andi. Pemuda kelahiran Kalosi Sidrap tahun 1991 ini adalah Peraih Beasiswa PMDSU (Program Magister-Doktor Sarjana Unggul) pada tahun 2013. Melalui PMDSU, Kak Andi dapat mengenyam pendidikan doktoral segera setelah lulus S1. Alhasil, Kak Andi dapat segera menyandang gelar doktor di usia yang masih sangat muda, 27 tahun. 

Tentu saja calon doktor muda ini tidak datang sendiri, karena ada Kak Nila yang selalu setia mendampingi. Bertemu kembali dua orang senior setelah lima tahun, rasanya seperti kembali ke masa-masa S1. Masih terekam jelas momen bincang-bincang dengan Kak Nila di bawah pohon mangga di dekat parkiran jurusan, juga momen asistensi laporan dengan Kak Andi. Warna suara mereka tetap sama, hanya garis wajah yang tentu saja lebih dewasa.

Kegiatan hari ini ditujukan untuk berbagi motivasi kepada mahasiswa S1, untuk terus berprestasi dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Jurusan Biologi, Ibu Dr. Andi Asmawati Azis, lalu dilanjutkan dengan sharing motivasi dan pengalaman studi dari pembicara, dan tentu saja sesi tanya jawab. 

Pada sesi sharing pertama, Kak Andi berbagi informasi tentano Beasiswa PMDSU, termasuk persyaratan umum beasiswa dan berbagai benefit yang diperoleh dari beasiswa tersebut. Selanjutnya, pada sesi kedua, saya juga berkesempatan berbagi informasi tentang beberapa universitas  di Negeri Gajah Putih yang menawarkan beasiswa untuk masyarakat ASEAN. Sesi sharing, diikuti dengan sesi tanya jawab yang menurt saya seru. Pertanyaannya bagus-bagus, sehingga flow diskusinya terasa seru. 

Dari semua pertanyaan menarik yang diajukan oleh peserta sharing hari ini, saya akan berbagi dua point pertanyaan menarik berikut ini.





***
Pertanyaan Pertama: 

"Semasa sekolah dulu, saya punya cita-cita untuk kuliah di universitas negeri. Sekarang, cita-cita itu sudah tercapai, bahkan sudah kuliah dengan beasiswa. Masalahnya, sekarang saya tidak punya motivasi lebih untuk belajar. Bagaimana agar saya tidak cepat merasa puas, dan tetap memiliki motivasi belajar yang tinggi?" 

Pertanyaan ini terlihat kompleks, tapi sebenarnya sederhana. Seseorang kehilangan motivasi jika kehilangan tujuan atau tidak lagi memiliki tujuan. Jadi, bagaimana untuk membangun kembali motivasi? Silakan bangun kembali tujuan besar anda. 

Lalu, bagaimana jika sudah memiliki tujuan, tetapi belum juga termotivasi. Pertama, tujuan anda tidak cukup besar. Kedua, tujuan anda tidak cukup detail.

Foto Bersama Peserta Sharing Motivasi
***

Pertanyaan Kedua:

"Apa saja tantangan yang anda hadapi selama studi, dan bagaimana mengatasinya?"

Saya pikir, kita semua sepakat bahwa masa penyelesaian studi adalah masa-masa yang penuh perjuangan. Masa penyelesaian studi ini, tentu saja adalah masa-masa penyusunan skripsi, tesis, atau disertasi. Baik semasa S1 ataupun S2, masa-masa penelitian adalah masa terberat. 

Kenapa masa-masa ini biasanya menjadi berat? Karena, menjelang akhir studi, biasanya tenaga sudah banyak terkuras, rasa bosan mulai muncul, namun hal-hal yang harus diselesaikan justru semakin banyak. Hal ini, biasanya diperparah oleh desakan untuk segera selesai dari berbagai pihak, baik keluarga maupun teman sejawat. Belum lagi jika muncul perasaan homesick yang semakin hari semakin menjadi-jadi bagi mahasiswa di perantauan. 

Semasa studi, saya tentu pernah mengalami masalah serupa. Saat benar-benar bosan, lelah, dan merasa tidak sanggup menyelesaikan laporan akhir, saya bisa tidur berhari-hari dan mengabaikan semua hal yang berkaitan dengan laporan akhir. 

Suatu hari, saya mulai berpikir, studi tidak mungkin selesai kalau laporan akhir terus-terusan diabaikan. Laporan akhir pasti bisa selesai, asalkan tetap ada progres harian, sesedikit apapun itu. Layaknya orang yang bergerak dari garis start ke garis finish, saya mungkin berlari terlalu kencang saat meninggalkan finish. Akibatnya, tenaga sudah terkuras terlalu banyak sebelum bisa sampai finish. Tapi, kalau mau mencapai garis finish, saya harus tetap bergerak, meskipun selambat siput. Mungkin waktu yang dihabiskan lebih lama dari orang lain yang bisa berlari, tapi setidaknya saya tetap bisa mencapai finish.


***



Di akhir sesi tanya jawab, sebagai penutup, ada tips-tips bagi para peserta untuk bisa terus memotivasi diri dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Senang sekali rasanya bisa berbagi cerita motivasi. Dan, sekecil apapun itu, semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat, setidaknya untuk mendorong satu dua orang peserta mewujudkan mimpi-mimpi yang telah mereka tulis.

Bagaimana dengan teman-teman, sudahkah mewujudkan mimpi-mimpinya?

Komentar

  1. Balasan
    1. Hai hai kak @fillyawie ^^ salam kenal kak.. terima kasih sudah berkunjung kak ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekhawatiran Wanita: Kecantikan, Jodoh, dan Gaya Hidup

Hal Yang Belum Bisa Saya Lakukan

5 Buku Terbaik Yang Pernah Saya Baca