Rahasia Sukses Belajar Bahasa Inggris




Sejak duduk di bangku kuliah, sudah sangat banyak teman yang bertanya tentang tips belajar bahasa inggris.

"Apa rahasianya supaya bisa bahasa inggris?"

"Adakah jalan pintas supaya bisa jago bahasa inggris?"

"Bagaimana supaya selalu semangat belajar bahasa inggris?"

Beberapa waktu lalu, jenis pertanyaan serupa kembali ditanyakan oleh seorang teman. Karena tidak ingin menjawab ini sendiri, saya mencoba bertanya kepada dua orang teman, mencocok-cocokkan pengalaman, dan merangkum semuanya dalam tulisan ini.

Mau belajar bahasa inggris? Yuk, kepoin tipsnya disini!



***



1. Temukan Alasan yang Tepat untuk Belajar Bahasa Inggris

Seperti semua hal lain yang kita lakukan dalam hidup, belajar bahasa inggris juga butuh alasan yang tepat sebagai sumber energi. Bagaimana mungkin sanggup berkutat dengan buku grammar hingga berbulan-bulan, kalau bukan demi satu alasan yang kuat?

Banyak yang semangat belajar bahasa inggris demi mimpinya keliling dunia. Banyak juga yang rela begadang berminggu-minggu mengerjakan soal-soal IELTS dan TOEFL demi memenangkan beasiswa. Nah, apakah kalian sudah termasuk salah satunya? 

Bagi mereka yang ingin mengunjungi berbagai negara di dunia atau bahkan melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa, maka bahasa inggris adalah kunci yang akan membuka pintu untuk mewujudkan hal-hal itu. 

Berusaha memenangkan beasiswa, tanpa menguasai bahasa inggris itu seperti berusaha memasuki sebuah rumah yang kunci pintunya tercecer entah dimana. Tanpa kunci, bagaimana bisa kita melangkah maju untuk mendekati dan mewujudkan mimpi-mimpi itu?




2. Kenali Gaya Belajar

Setelah menemukan alasan untuk berjuang demi dia, *eh demi bahasa inggris, sekarang waktunya untuk bercermin dan mengenal diri sendiri dengan lebih baik.  Orang-orang yang mengenal dirinya dengan baik, akan bisa belajar dengan lebih efektif. Kenapa? Karena mereka tahu waktu-waktu paling produktif untuk mempelajari hal-hal baru, dan juga tau tipe belajar paling efektif buat mereka. 

Sebenarnya ini sudah menjadi pengetahuan umum, sih. Tapi mungkin masih sering diabaikan oleh beberapa orang. Iya ga sih, guys? Ya, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang sering mengabaikan diri sendiri... *Duh ini ngomong apa :D

Pola belajar setiap orang berbeda-beda. Semua pasti setuju, kan? Ada manusia pagi yang bisa paham materi dengan baik di awal hari. Ada juga manusia kelelawar yang lebih suka belajar di malam hari saat semua orang sudah tertidur. Ada yang harus belajar di tempat sepi. Tapi, ada juga yang malah memilih belajar di tempat-tempat ramai, supaya tidak ngantuk misalnya. Ada yang bisa lebih mudah paham saat mendengarkan penjelasan orang lain (auditory), ada yang lebih suka nonton video (visual), atau bahkan harus membuat catatan-catatan sendiri (kinestetik).

Kalau saat belajar kita merasa sulit memahami materi, mungkin kita sedang menerapkan metode belajar yang tidak sesuai dengan karakteristik belajar pribadi. Intinya, saat materi terasa sulit dipahami, jangan buru-buru menyerah, coba modifikasi waktu dan belajarnya sesuai dengan karakteristik pribadi masing-masing.


3. Belajar sesuai Hobi 

Bahkan setelah mengenali gaya belajar, seringkali masih terasa sulit mempertahankan motivasi belajar. Sebagai manusia biasa, ini wajar sih yaaa. Belajar kadang bisa semangat, kadang bisa bosan juga. Tapi, kalau demi memperjuangkan beasiswa, bosan itu hukumnya haram. So, what should we do?

Nah, untuk mengatasi ini, ada bocoran tips dari salah satu co-founder sekaligus pengajar di Wenglish.org, Kak Ardillah. Katanya, belajar bahasa inggris bisa disesuaikan dengan hobi.

"Kalau ada hobi, usahakan integrasikan hobi itu dengan bahasa inggris. Contohnya, saya suka bola, jadinya baca berita bola versi bahasa inggris. Kalau suka manga, One Piece, jangan baca versi bahasa indonesia, tapi versi bahasa inggris."

Tips serupa juga disarankan seorang alumni YSEALI Academic Fellowship Program yang baru-baru ini mengikuti kegiatan kepemudaan di United Nation, Kak Yuliana Ali.

"Karena saya suka nonton, jadi nonton film berbahasa inggris tanpa subtitle. Awalnya sih bingung sendiri. Tapi, kalau sudah sering, akan paham dengan sendirinya. Untuk presentasi berbahasa inggris, saya belajar dari Ted Talk. Kalau untuk topik tertentu, saya belajar dari Youtube dengan melakukan mimicking dan shadowing dari video sesuai topik yang ingin saya pahami."

Buat yang baru dengar teknik mimicking dan shadowing, kedua teknik ini sebenarnya adalah peniruan. Siapa yang ditiru? Ya, tentu native speaker dong ya. Menurut Kak Yuli, mimicking itu  berarti berupaya meniru ekspresi wajah (facial expression), sedangkan shadowing itu berarti meniru seluruh kalimat dan intonasi penutur.

Untuk latihan teknik peniruan ini, bisa dilakukan dengan batuan video. Teman-teman bisa memilih video yang tertentu, misalnya dari Ted Talk. Coba munculkan subtitle bahasa inggrisnya. Setiap kali satu kalimat selesai diucapkan, klik pause, dan tiru (imitate) pengucapannya semirip mungkin. Begitu seterusnya, Play - Pause - ImitatePlay - Pause - Imitate  Nah, setelah merasa cukup dengan latihan Play - Pause - Imitate, teman-teman boleh mulai melakukan shadowing. Caranya sederhana, cukup ikuti bagaiamna native speaker berbicara tanpa menekan tombol pause. Ya, begitulah, teknik shadowing memang butuh usaha yang lebih besar. Tapi, buat mereka yang hobi nonton dan hobi acting, teknik ini pasti akan terasa seru! Hehehe

Tipsnya keren-keren, ya. Belajar bahasa inggrisnya jadi seru karena sesuai hobi. Jadinya, bisa belajar tapi sambil berbahagia. ^^

Nah, mulai sekarang, kalau mau belajar bahasa inggris, coba saja berpikir tentang hal-hal menyenangkan (hobi) yang bisa dilakukan sambil melatih skill berbahasa inggris. Buat yang hobi baca novel, bisa mulai membaca novel-novel asing berbahasa inggris. Buat yang hobi nonton, bisa mulai dengan menonton film tanpa subtitle untuk melatih kemampuan listening, lanjut ke Ted Talk untuk melatih kemampuan public speaking.

Intinya, belajar sesuai hobi adalah belajar sambil berbahagia. Sering-seringlah belajar sambil berbahagia. Tapi, kalaupun baru belajar berbahagia juga gapapa, yang penting tetap belajar. Hehehe...





4. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Tepat

Anak biologi pasti sudah familiar dengan peran penting lingkugan untuk pertumbuhan mahluk hidup. Ketersediaan cahaya, nutrisi, dan air yang cukup, dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan tanaman. Anak biologi angkat tangan!

Untungnya, tidak harus menjadi anak biologi untuk memahami bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Termasuk bagi kita yang sedang berusaha bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Orang-orang yang sedang belajar menjadi lebih baik analog dengan sekumpulan tanaman yang sedang bertumbuh. Untuk bisa tumbuh dengan subur, tentu saja perlu faktor-faktor pendukung dari lingkungan yang tepat.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menemukan atau bahkan menciptakan lingkungan yang tepat untuk bertumbuh (baca: belajar bahasa inggris)? Untuk ini, ada beberapa tips yang bisa menjadi solusi. Pertama, dengan mengajak beberapa orang dan membentuk kelompok belajar. Orang-orang ini tentu harus se-visi, sama-sama ingin meningkatkan kemampuan bahasa inggris.

"Kalau saya pribadi, cari teman yang sama-sama mau belajar, biar bisa banyak-banyak practice." Begitu kata Kak Ardillah. Dengan membentuk kelompok belajar sendiri, kesempatan untuk berlatih menjadi lebih banyak. Khususnya untuk melatih speaking skills, kelompok belajar tentu akan sangat membantu.

Sayangnya, menciptakan kelompok belajar tidak selalu mudah buat semua orang. Bukan karena tidak punya teman, tetapi karena jadwal kegiatan yang berbeda-beda. Alhasil, semua orang jadi susah untuk diajak ngumpul dan belajar bareng. Duh :')

Nah, untuk orang-orang yang kesulitan membentuk atau bergabung dengan kelompok belajar karena terkendala pengaturan waktu, bisa bergabung dengan lembaga kursus online, seperti Wenglish. Selain menjawab kendala pengaturan waktu, platform belajar online ini juga menyediakan ruang untuk berdiskusi  dengan para pengajar. Pilihan yang ideal buat teman-teman yang butuh bimbingan belajar, tapi kesulitan mengatur jadwal untuk ikut kursus offline.

Selain Wenglish, teman-teman bisa juga belajar melalui video-video yang ditawarkan di website Engvid dan Mini-IELTS. Di sini, tentu saja dibutuhkan kemandirian untuk memilih materi sesuai kebutuhan dan kedisiplinan mengatur waktu belajar sendiri.

Bercermin dari tanaman yang menunjukkan pertumbuhan berbeda di medium berbeda, kita tentu perlu lebih bijak dalam memilih lingkungan untuk bertumbuh dan berproses.


***


All in all, untuk tetap semangat belajar bahasa inggris, pesan rahasianya ada satu:

"Jatuh cintalah pada sesuatu, yang untuk mencapainya harus dengan bahasa inggris."

Jelas, bahasa inggris bukanlah tujuan, melainkan alat untuk mencapai tujuan. Tugas kita adalah menemukan apa yang benar-benar ingin dicapai. Jatuh cintalah sedalam-dalamnya, dan berjuanglah sekeras-kerasnya untuk mewujudkannya.

Semoga tulisan ini bisa menemani perjuangan teman-teman, mewujudkan cita dan cintanya masing-masing.


















Komentar

  1. Terima kasih tipsnya. Sangat bermanfaat. Yang susah memang mencari teman yang benar-benar bisa diajak konsisten untuk belajar, apalagi yang memiliki pemahaman yang sama meski memiliki tujuan yang sama. *eh, ngomong apama ini? 😅

    BalasHapus
  2. Setuju sama kak evhy, tipsnya bermanfaat terkhusus buat saya, yg
    mau memulai kembali belajar ��

    Btw setelah saya baca postingannya kak cit, saya teringat sama guru bahasa indonesia waktu SMA, namanya mr. Made. Dia bilang "jangan jatuh cinta tapi bangun cinta" ❤

    ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. Siyaap Ghea..

      Kalau saya jatuh cinta, akan dilanjutkan dengan bangun cinta, insyaAllah :D

      Hapus
  3. Terima Kasih tulisannya adekku. Motivasi ditengah kagalauanku memulainya kembali.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ATP adalah Sumber Energi Universal Tubuh, Benarkah?

Menabung Mudah dan Praktis dengan SOBATKU

Kekhawatiran Wanita: Kecantikan, Jodoh, dan Gaya Hidup