Pagi dan Hujan



1 April 2020. 

Menghabiskan waktu di rumah selama periode physical distancing membuatku menyadari satu hal, bahwa langit pagi selalu indah. Menghirup udaranya yang segar dan menatap langitnya yang cerah ternyata menyenangkan dan menenangkan. 

Menghirup udara pagi dalam-dalam, mengagumi luasnya langit, lalu bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sendiri sambil menyeruput teh hangat. Ya, menikmati pagi memang bisa sesederhana itu.

Jam dinding sudah menunjukkan Pukul 06.10, tetapi langit pagi masih terlihat gelap. Oh iya, mungkin karena hujan baru saja reda. Seperti sedang merayakan redanya hujan, sekelompok burung walet terlihat sibuk beterbangan kesana kemari. "Bagaimana ya rasanya beterbangan dengan udara pagi sesegar ini? Ah, pasti menyenangkan." 


Hujan pagi ini, tiba-tiba saja mengingatkan pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang kemarin muncul di beranda instagram. 





Puisi ini menggambarkan hujan yang merahasiakan rindu, menghapus jejak yang ragu, dan membiarkan yang tak terucap terserap akar pohon.

Untuk hujan pagi ini, saya ingin berterima kasih karena telah melarutkan hal-hal yang kubiarkan tak terucap hingga hilang diserap akar tumbuhan yang menghijau di halaman rumah. Terima kasih karena telah membawa pergi jejak-jejak ragu, hingga senyum kembali merekah pagi ini.

Untuk pagi pertama di bulan April, terima kasih karena telah membawa harapan baru untuk melanjutkan cerita yang belum selesai kutulis sejak kemarin. Kepada pagi-pagi selanjutnya yang selalu menepati janji, saya akan tetap berterima kasih untuk setiap kesempatan baru yang dibawanya.

"Jangan terlalu lama menoleh ke belakang, ada banyak hal menarik yang menunggumu di depan. Jangan terlalu lama menerka, lakukan saja rencanamu dan lihat kejutan apa yang akan kau temui." Begitu pesan yang kudengar dari pagi di bulan April. 

Kepada pagi yang membawa harapan dan hujan yang menghapus jejak ragu, terima kasih.













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Struktur Aerenkim Akar

Berapa Sih Jumlah Total Energi dari Respirasi Seluler?

Peranan Seludang Berkas Pembuluh