Apasaja Faktor yang dapat Mempengaruhi Fotosintesis?



Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju fotosintesis pada tanaman, yaitu: (a) Intensitas cahaya, (b) Konsentrasi karbon dioksida, dan (c) Temperatur.

Intensitas Cahaya
Tanpa cahaya yang cukup, tumbuhan tidak dapat berfotosintesis dengan cepat, bahkan jika tersedia banyak air dan karbondioksida dengan temperatur yang sesuai.

Peningkatan intensitas cahaya juga akan meningkatkan laju fotosintesis, hingga faktor tertentu (faktor pembatas) tersedia dalam jumlah sedikit. Pada intensitas cahaya yang sangat tinggi, fotosintesis akan melambat dan akhirnya diinhibisi. Perhatikan gambar berikut. 

Konsentrasi Karbpn dioksida
Karbondioksida (dan juga air) merupakan salah satu ruaktan pada fotosintesis. Karena itu, jika konsentrasi karbon dioksida meningkat, mada laju fotosintesis juga kan meningkat. 

Namun, jika konsentrasi karbon dioksida terus menerus meningkat, pada suatu titik, faktor tertentu akan menjadi pembatas. Pada titik tersebut, peningkatan konsentrasi karbon dioksida tidak akan meningkatkan laju fotosintesis, dan grafik laju fotosintesis akan menunjukkan laju yang tetap (perhatikan garis horizontal pada gambar berikut).

Temperatur
Reaksi kimiawi yang menggabungkan karbon dioksvda dan air untuk memproduksi glukosa dikontrol oleh enzim. Karena efektivitas kerja enzim dipengaruhi oleh temperatur, maka laju fotosintesis juga dipengaruhi oleh perubahan temperatur.

Pada temperatur rendah, laju fotosntesis dibatasi oleh jumlah enzim yang dapat bertemu dengan substratnya. pada temperatur tinggi, laju fotosintesis dipengaruhi oleh jumlah enzim terdenaturasi (enzim terdenaturasi pada suhu tinggi).


***


Jika tumbuhan melakukan Fotosintesis, apakah tumbuhan juga melakukan respirasi seluler?

Ya, tumbuhan dapat melakukan fotosintesis dan juga respirasi seluler. Ingat, bahwa kedua proses ini berlangsung pada organel yang berbeda, fotosintesis di kloroplas, sedangkan respirasi seluler di mitokondria.

Selain karena perbedaan organel, perhatikan juga perbedaan tujuan dari kedua proses tersebut. 

Fotosintesis menggunakan energi (dari cahaya) untuk membentuk glukosa, sedangkan respirasi seluler merupakan proses yang akan memecah glukosa untuk menghasilkan energi kimiawi (ATP) yang dapat digunakan untuk aktivitas sel-sel tumbuhan. 

Jadi, pada siang hari ketika tumbuhan menghasilkan glukosa melalui fotosintesis, tumbuhan juga menggunakan glukosa untuk respirasi seluler. 

Oleh karena itu, dikenas juga istilah Titik Kompensasi. Pada titik kompensasi, jumlah intensitas cahaya memungkinkan berlangsungnya laju fotosintesis yang setara dengan laju respirasi.



Pada gambar di atas, dapat dilihat keterkaitan antara intensitas cahaya (sumbu x) dan jumlah Karbon dioksida yang digunakan tumbuhan. Pada puncak grafik (A), tumbuhan menerima intensitas cahaya yang memungkinkan laju fotosintesis (penyerapan CO2) lebih besar dari laju respirasi (pelepasan CO2). Dengan demikian, jumlah CO2 yang diserap melalui fotosintesis melebih jumlah CO2 yang dilepaskan melalui respirasi selular. Alhasil, ada sejumlah karbon yang tersimpan dalam tubuh tumbuhan (tersimpan sebagai hasil fotosintesis). 

Titik kompensasi ditunjukkan oleh titik B. Pada titik ini, laju fotosintesis (yang menggunakan CO2) dan laju respirasi (yang melepaskan CO2) setara. Dengan kata lain, jumlah CO2 yang diserap dan yang dilepaskan sama. 

Pada titik C, dimana tidak ada intensitas cahaya, maka fotosintesis tidak terjadi (tidak ada input CO2). Namun, respirasi tetap berlangsung (maka ada CO2 yang dilepaskan ke lingkungan). Karenya, titik C menunjukkan nilai negatif. 

Pada titik D, ketersediaan intensitas cahaya memungkinkan terjadinya fotosintesis. Namun, laju fotosintesis lebih kecil dibanding laju respirasi. Sehingga, jumlah CO2 yang dilepas ke lingkungan lebih besar dibanding jumlah CO2 yag diikat dari lingkungan. 


Sumber:






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Struktur Aerenkim Akar

Berapa Sih Jumlah Total Energi dari Respirasi Seluler?

Menabung Mudah dan Praktis dengan SOBATKU