Mekanisme Kerja Hormon

Bagaimana Hormon dapat Mencapai Sel Target?

Ada beberapa tipe kerja hormon dalam menyampaikan sinyal kepada sel target, yaitu:
1. Classical endocrine signalling: Hormon disekresikan ke pembuluh darah, dan diangkut oleh darah hingga mencapai sel target. Contoh: hormo steroid dan hormon tiroid.
2. Neuroendocrine signalling: neurohormone disekresikan oleh neuron ke pembuluh darah yang selanjutnya ditransport oleh darah atau berdifusi melalui cairan interstisial. Contoh: Hipotalamus memproduksi beberapa jenis neurohormon yang menghubungkan sistem saraf dan pituitary.
3. Autocrine signalling: pada pensinyalan autokrine, hormon yang diproduksi bekerja itu mempengaruhi sel yang memproduksinya. Contoh: Hormon estrogen, selain ditransport melalui peredaran darah, juga dapat memberi efek lokal pada ovarium (tempat estrogen disekresikan)untuk menstimulasi produksi estrogen tambahan. Selain itu, estrogen juga dapat mempengaruhi sel di sekitarnya melalui pensinyalan parakrin.
4. Paracrine signalling: Pada tipe ini, hormon berdifusi melalui cairan interstitial dan mempengaruhi sel di sekitarnya. 




Bagaimana Hormon dapat Mempengaruhi Sel Target?

(A) Hormon dapat memasuki sel secara langsung dan berikatan dengan reseptor di dalam sel. Contoh:  Hormon Steroid dan Hormon Tiroid



 

(B) Hormon berikatan dengan reseptor pada permukaan membran plasma, dan melibatkan second messenger sebagai pembawa pesan kedua di dalam sel. Contoh: Hormon Peptida




Note: 
- cAMP mengaktivasi Protein kinase. Protein kinase memfosforilasi protein spesifik tertentu (Ketika protein difosforilasi, maka fungsinya akan berubah, sehingga pada akhirnya akan berujung pada perubahan metabolik di dalam sel). 
- Substrat protein kinase berbeda pada sel yang berbeda, sehingga efeknya juga akan berbeda. Misalnya, pada sel otot, protein kinase mentrigger pemecahan glikogen menjadi glukosa. Pada sel hipotalamus, protein kinase mengaktivasi gen yang mengkode growth-inhibition hormone. 
- Beberapa protein kinase menggunakan fosfolipid sebagai pembawa pesan kedua (second messenger). 


(C) Hormon dapat berikatan dengan Enzyme-Linked Receptor (Reseptor transmembran yang terhubung dengan enzime pada sisi dalam membran), sehingga hormon dapat berfungsi secara langsung tanpa melibatkan pembawa pesan kedua (second messenger). Contoh: Receptor Tyrosine-Kinase yang dapat berikatan dengan faktor pertumbuhan dan molekul signal lainnya, termasuk insulin. 


Hormon dapat mempertahankan Homeostasis Tubuh melalui Mekanisme Umpan-Balik Negatif (Negative Feedback)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Struktur Aerenkim Akar

Berapa Sih Jumlah Total Energi dari Respirasi Seluler?

Menabung Mudah dan Praktis dengan SOBATKU