Therapeutic Cloning (Soal)



Therapeutic cloning merupakan nama lain dari Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT). Prosedurnya adalah sebagai berikut:
(a) Nukleus sel telur diekstrak
(b) Peneliti lalu mengambil sel somatik, dan juga mengektrak nukleus dari sel tersebut

Aplikasi secara praktis pada manusia, sel somatik akan diambil dari pasien yang mebutuhkan transplan stem sel untuk mengobati penyakit tertentu. 

(c) Nukleus dari sel tubuh pasien dimasukkan ke sel telur yang sebelumnya telah diekstrak nukleusnya.
(d) Sel telur kini mengandung materi genetik pasien.
(e) Sel tersebut distimulasi hingga akhirnya membentuk blastosit.

Blastosit memiliki dua lapisan sel, yakni lapisan luar dan lapisan dalam. Pada lapisan dalam blastost banyak terkandung stem sel. Oleh karena itu, sel-sel pada lapisan dalam diisolasi dan dimanfaatkan untuk membentuk stem sel embrionik. Stem sel embrionik ini dimasukkan ke dalam tubuh pasien dan diintegrasikan ke dalam jaringan, sehingga dapat berkembang dan membentuk struktur dan fungsi yang sesuai. 


Manfaat Therapeutic Cloning

Manfaat utama therapeutic cloning adalah sel-sel yang berhasil dipindahkan bersifat pluripotent. Sel-sel pluripotent dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel di dalam tubuh. Dengan demikian, sel-sel pluripotent potensial untuk menyembuhkan penyakit pada berbagai organ atau jaringan tubuh dengan mengganti sel-sel yang rusak.

Manfaat lain dari therapeutic cloning adalah rendahnya kemungkinan penolakan imunologis, karena yang digunakan merupakan materi genetik pasien sendiri. Jika sel pluripoten dikembangkan dengan menggunakan materi genetik orang lain, maka protein yang dihasilkan dapat dikenali sebagai molekul asing di tubuh pasien. Hal ini bisa mengakibatkan penolakan sel transplan. Hal ini merupakan salah satu tantangan pada transplantasi organ, selain fakta bahwa ketersediaan organ juga sangat terbatas bagi pasien yang membutuhkan. Kehadiran therapeutic cloning dapat membantu mereduksi waktu tunggu untuk ketersediaan organ untuk ditransplantasi, juga mengatasi kendala imonologis pada terapi transplantasi organ. 


Masalah Therapeutic Cloning

Salah satu masalah dengan therapeutic cloning adalah karena upaya therapeutic cloning sering kali membutuhkan sel telur yang viabel. Stabilitas telur dengan nukleus sel somatik yang disuntikkan tergolong rendah, sehingga dapat membutuhkan ratusan kali percobaan sebelum akhirnya berhasil. 

Therapeutic cloning melibatkan destruksi embrio setelah stem sel diekstrak. Proses destruksi tersebut mengarahkan kontroversi terkait moralitas. Ada yang berpendapat bahwa sisi positif therapeutic cloning jauh melebihi dampak negatifnya karena dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit pasien. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa bagaimanapun embrio dapat berkembang menjadi manusia, sehingga destruksi blastosit sama saja dengan tindakan aborsi.



***


Soal ONMIPA Nasional 2019

Kloning reproduktif (reproductive cloning) embrio manusia secara umum dikatakan menyalahi etika (unethical). namun, dalam hal therapeutic cloning, berkaitan dengan etika terdapat opini yang beragam.

A. Mengapa reproductive cloning dikatakan menyalahi etika?
B. Apa perbedaan reproductive cloning dan therapeutic cloning?
C. Berikan contoh manfaat therapeutic cloning dan beri penjelasan singkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini 5 Cara Manusia Memperoleh Pengetahuan

Berapa Sih Jumlah Total Energi dari Respirasi Seluler?

Mekanisme Kerja Hormon